Kejaksaan Negeri Surabaya Tahan Mantan Teller BRI Ambil Uang Nasabah Rp. 1 Milyar 19-09-2018

Kejaksaan Negeri Surabaya Tahan Mantan Teller BRI Ambil Uang Nasabah Rp. 1 Milyar 19-09-2018

Rabu tanggal 19 September 2018, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya (M. Teguh Darmawan, S.H., M.H.) didampingi Kasi Pidsus (Heru Kamarullah, S.H., M.H.) dan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Surabaya telah menetapkan 1 (satu) orang tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan dana pada PT. BRI (Persero) TBK Unit Gubeng Kertajaya Surabaya. Dengan tersangka sebagai berikut :

  • KG selaku Mantan Teller pada PT.BRI (Persero) TBK Unit Gubeng Kertajaya Surabaya (Surat Penetapan Tersangka No : Kep-05 /O.5.10/Fd.1/09/2018 Tanggal 18 September 2018)

Dengan Kasus Posisi sebagai berikut :         

  • Bahwa Tersangka KG selaku teller BRI Unit Gubeng Kertajaya melakukan pembukuan debet rekening simpanan nasabah tanpa sepengetahuan pemilik rekening. Rekening yang di debet adalah milik nasabah pensiunan dengan saldo tabungan besar dan jarang diambil. Setelah beberapa waktu dana yang diambil dikembalikan dengan cara setoran tunai tanpa buku tabungan, agar dapat melakukan transaksi tanpa buku tabungan. Tersangka telah mencatat Passbook Serial dan Passbook Balance nasabah pada saat nasabah datang ke BRI Unit Gubeng Kertajaya untuk bertransaksi. Ketika nasabah datang kembali ke BRI Unit Kertajaya, Tersangka mencetak transaksi pendebetan yang dilakukannya di kertas kosong (bukan di buku tabungan), agar rekam jejak transaksi debet rekening tidak terbaca oleh nasabah.
  • Adapun transaksi yang dilakukan Tersangka tanpa disertai dokumen sumber yang memadai serta tanpa sepengetahuan pemilik rekening sebanyak 26 nasabah dengan total kerugian sebesarRp. 1.090.000.000,- (satu milyard Sembilan puluh juta rupiah).
  • Dana hasil kejahatan tersebut digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya.
  • Atas adanya perbuatan tersangka tersebut, pihak BRI telah melakukan pengggantian atas kerugian yang menimpa nasabah.
  • Bahwa atas dana nasabah sebesar Rp. 1.090.000.000,- (satu milyar sembilan puluh juta rupiah) yang ditarik maupun dipindah bukukan tanpa seijin dan sepengetahuan nasabah oleh Tersangka baru dilakukan pengembalian sebesar Rp. 35.000.000,- (tigapuluh lima juta rupiah) sehingga total kerugian yang masih diderita BRI sebesar Rp. 1.055.000.000,- (satumilyar lima puluh lima juta rupiah).
  • Bahwa penanganan perkara tindak pidana korupsi atas nama tersangka KG ini merupakan bentuk kerjasama Kejaksaan dan BRI dalam menciptakan Zero Tolerance Fraud (Tidak ada toleransi bagio knum-oknum yang berbuat curang) yang merugikan keuangan negara cq BRI.
  • Pasal yang disangkakan :  Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor  20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
  • Terhadap para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari di rutan kelas 1 Surabaya cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mulai tanggal 19 September 2018 s/d 7 Oktober 2018.

Dipost Oleh Super Administrator

-

Post Terkait

Tinggalkan Komentar