MELONGOK PROSES KELAHIRAN ADHYAKSA MART

MELONGOK PROSES KELAHIRAN ADHYAKSA MART

Sebuah minimarket sejak awal Mei 2016 "nongol" di Kejari Surabaya. Lokasinya di gedung depan paling pojok kiri bersebelahan dengan ruang pelayanan tilang. Tampilan depan gedung minimarket terdapat lis merah menyala dan terdapat tulisan "Adhyaksa Mart".

Masuk ke dalam gedung, tampilan dan sistem penjualan Adhyaksa mart ternyata sudah modern.Sudah kekinian.Memanfaatkan IT dengan sistem barcode. Pendek kata sudah tidak jauh beda dengan minimarket tenar berjaringan nasional lainnya.

Banyak orang bertanya ke saya apakah Adhyaksa mart itu ikut jaringan waralaba?Pertanyaan serupa pernah diajukan beberapa peserta Benchmarking PIM III Badiklat Kejaksaan saat berkunjung ke Kejari Surabaya minggu lalu.Saya jawab tidak.Ini asli 100% dibuat dan dikelola Pegawai Kejari Surabaya. Termasuk aplikasi scan barcode di kasir dibuat sendiri.

Adhyaksa Mart ini adalah "anak" dari usaha Koperasi Pegawai Negeri Kejari Surabaya.Jadi modalnya 100% juga dari iuran anggota. Sehingga seluruh keuntungan dari Adhyaksa Mart nanti akan dinikmati seluruh anggota. Ya semua pegawai Kejari Surabaya.

Awal lahirnya Adhyaksa Mart memang berasal dari usul saya pada sebuah rapat para Kasi awal Maret 2016. Ketika itu saya sampaikan bila di kantor kita ada "potensi" pasar orang yang datang mengambil tilang tiap hari rata-rata tidak kurang 250 orang. Apalagi pas musim operasi patuh lalu lintas.Sehari bisa tembus 600 orang.Jadi saat mereka antri menunggu mengambil tilang ini bisa sambil belanja.

Usul disetujui diamini peserta rapat.Saat itu juga saya sampaikan kepada Kasubbagbin Fadilla untuk segera "bergerak".Saya minta segera ke Dinas Koperasi Kota Surabaya untuk menanyakan izin usaha sebuah minimarket sebagai usaha dari Koperasi pegawai Kejari.

Singkat kata, pihak Dinas Koperasi sangat merespon baik. Membantu seluruh izin dan kelengkapan dalam proses "membangkitkan" koperasi pegawai negeri kejari Surabaya yang ternyata sudah lama mati suri. Termasuk menambah dan memperluas jenis usahanya.

Ya, Koperasi pegawai Kejari Surabaya ternyata sudah lama "hidup segan, mati tidak mau".Ada ruangan dan papan namanya, namun aktifitasnya tidak jelas.Plus nihil pengurus.Maklum hampir semua pengurus sebelumnya sudah pindah atau pensiun.

Parahnya lagi, ketika saya suruh cari seluruh surat pendirian koperasi raib entah kemana. Akhirnya Kasubbagbin mendapatkan seluruh dokumen surat justru dari arsip di dinas Koperasi Surabaya. "Kemungkinan dokumen kita ketlingsut saat pindahan kantor tahun 2008,"kata seorang pegawai.

Tidak apa-apa. No problem. Semua ada jalan keluarnya.Saran dari Dinas Koperasi sekalian saja melakukan perubahan AD/ART. Juga merubah nama dan menambah jenis usaha. Segera dibentuk dan pilih pengurus baru dengan akte notaris.Segera kumpulkan modal.Caranya?

Iuran wajib anggota 80 orang masing-masing Rp 1 juta.Lalu dari iuran sukarela.Simpanan sukarela (tabungan) dari anggota terutama para kasi masing-masing sebesar Rp 10 juta.Saya juga menyimpan Rp 50 juta sebagai modal awal Koperasi.Terkumpul hampir 200 juta.Cukup untuk "kulakan" modal awal.

Kini, seluruh keperluan kantor berupa ATK sudah bisa dilayani langsung Adhyaksa mart. Juga keperluan sehari-hari pegawai.Soal harga?Boleh diadu bersaing dengan mart-mart lainnya. Harga sama. Bahkan ada yang lebih murah.Karena pengurus koperasi sudah ketemu distributor langsung yang punya produk.

Berdirinya Adhayksa mart di Kejari Surabaya sudah ketahui beberapa pimpinan Kejaksaan. JAM Pidum Dr Noor Rochmad saat berkunjung ke Kejari sempat menengok layanan terpadu tilang dan Adhyaksa mart. "Bagus idenya dan bagus juga pelayanannya kepada masyarakat termasuk pendirian Adhyaksa mart" komentar JAM Pidum.

Inpektur III Bambang Sugeng Rukmono dari JAM Pengawasan juga menyempatkan diri melihat Adhyaksa mart.Tentu setelah melihat ruang dan bentuk pelayanan tilang "model baru" yang diterapkan Kejari Surabaya.Karena letaknya bersebelahan."Lanjutkan inovasinya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Pak Inspektur.

Rombongan peserta PIM III yang mengikuti benchmarking ke Kejari Surabaya pertengahan Mei lalu juga mengacungkan jempol.Khususnya pelayanan tilang, barcode barang bukti dan Adhyaksa mart.

Kata mereka bila ini ditularkan ke seluruh unit Kejaksaan pasti luar biasa. "Memang Kejari Surabaya banyak inovasi, makanya kami kesini melihat langsung," kata Doktor Yudi Kristiana yang memimpin rombongan Benchmarking yang pesertanya semua pejabat eselon III dari seluruh Indonesia.

Semoga inovasi yang sudah ditampilkan Kejari Surabaya bisa menginspirasi semua peserta dan dapat diterapkan.Termasuk keberadaan Adhyaksa mart. Siapa tahu ke depan Adhyaksa mart berkembang menjadi brand minimarket yang berjaringan nasional dan saingan dengan Alfamart....Indomaret....Alfamidi. Siapa tahu. Mimpi kan boleh, he he he.(DF).

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar