UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PERSATUAN JAKSA INDONESIA KE-25 TAHUN 2018

UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PERSATUAN JAKSA INDONESIA KE-25 TAHUN 2018

 

 

Pada hari ini jumat tanggal 29 Juni 2018, pukul 07.30 WIB telah dilaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia ( PJI ) yang ke-25. Yang sedianya jatuh pada tanggal 15 Juni 2018, namun karena bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, maka baru dapat dilaksanakan pada hari ini. Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya ( M. Teguh Darmawan, S.H., M.H ). adapun amanat Jaksa Agung sebagai berikut :

AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA UPACARA PERINGATAN

HARI ULANG TAHUN PERSATUAN JAKSA INDONESIA

KE-25 TAHUN 2018

Jumat, 29 Juni 2018

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Om Swastiastu, Namo Budhaya,

Salam Kebajikan,

Segenap Jaksa di Seluruh Penjuru Nusantara yang Saya Cintai dan Banggakan,

Para Peserta Upacara, Hadirin serta Undangan yang Saya Hormati,

     Dalam suasana penuh kebersamaan dan kebanggaan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas limpahan rahmat, karunia, perlindungan, kekuatan, petunjuk dan bimbingan-Nya, kita diberi kesempatan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia ke-25 Tahun 2018 yang sedianya jatuh pada tanggal 15 Juni 2018, namun karena bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, maka baru dapat dilaksanakan pada hari ini.

     Berkenaan dengan itu maka pada kesempatan yang berbahagia ini dapat juga kita manfaatkan untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H dan saling bermaafan satu sama lain. Semoga setelah menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri, mampu membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah SWT yang mampu mengemban amanah, tugas, tanggung jawab dan kewajiban sebagai insan Kejaksaan dengan penuh kejujuran, ketulusan dan kearifan.

Para Peserta Upacara, Segenap Hadirin serta Undangan yang Saya Hormati,

   Melihat usianya serta sejalan di tengah sejarah kehidupan bangsa setelah pernah mengalami perubahan dan sebutan nama yang telah menginjak lebih dari seperempat abad, maka sebagai organisasi wadah para Jaksa, PJI tidak lagi dapat dinyatakan sebagai organisasi profesi yang masih muda dan baru, terlebih karena pengabdian Jaksa, yang sesungguhnya telah jauh melampaui usia organisasinya itu sendiri dan sudah dimulai sejak zaman pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga saat ini.

     Begitu pula halnya berbagai pemikiran, peran dan kiprah Jaksa sebagaimana didokumentasikan dan dipublikasikan dalam Madjalah Suara Persadja pada sekitar tahun 1960-an, bersamaan dengan dicetuskannya Tri Komando Rakyat yang begitu gegap gempita, telah menggetarkan hati kaum imperialis yang masih bercokol di sebagian bumi pertiwi saat itu.

     Sebagai sebuah organisasi profesi yang juga menjadi sebuah wadah tempat berhimpunnya para Jaksa, di samping guna memupuk jiwa korsa dengan semangat kebersamaan, kesatuan dan persatuan, memperkokoh kesetiakawanan dan meningkatkan integritas dan profesionalisme Jaksa ini tentunya juga sangat dibutuhkan untuk menopang pelaksanaan tugas sebagai penegak hukum maupun dalam kehidupan sehari-hari agar setiap insan Adhyaksa menyadari dirinya mampu menjadi tauladan dan dapat memberikan contoh yang baik bagi lingkungan dimanapun keberadaannya.

     Mencermati sejarah kelahirannya (seperti yang telah dibacakan), organisasi yang dulu bernama PERSAJA, digagas dan diinisiasi pertama kali oleh para Jaksa yang memiliki pemikiran besar bagi perkembangan peran, tugas dan fungsi Kejaksaan di Indonesia. Oleh karenanya dalam kesempatan ini, sudah seharusnya kita menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa hormat serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para senior dan pendahulu, para Jaksa yang pada tanggal 15 Juni 1993 telah memberikan kontribusi nyata merumuskan pembentukan sebuah organisasi profesi yang selanjutnya menjadi PJI sekarang ini.

     Sebagaimana telah disampaikan, organisasi profesi PJI tidak harus hanya dipandang sebagai pelengkap belaka, namun merupakan salah satu pilar penopang bagi eksistensi institusi Kejaksaan karena sebagai sebuah organisasi profesi wadah bagi para Jaksa, ia memiliki aturan-aturan tentang beberapa hal prinsip dan utama berkenaan etika, kepatutan, sikap dan perilaku profesionalitas serta disiplin dan integritas yang disepakati dan harus diikuti oleh segenap anggotanya.

     PJI yang memiliki struktur organisasi dan jaringan tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga sampai ke tingkat daerah, di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri merupakan sebuah modal dasar dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberi sentuhan perhatian, bimbingan, dorongan motivasi serta melakukan berbagai hal positif dan kebaikan lainnya, sebagai tempat bernaung dan memperkuat semangat rasa percaya diri para anggota dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa dan negara yang pada gilirannya dipastikan sangat membantu eksistensi Lembaga.

Para Peserta Upacara, Segenap Jaksa yang Saya Banggakan dimanapun berada,

     Hari Ulang Tahun PJI Tahun 2018 yang kali ini mengambil tema “Menjaga Harkat dan Martabat Profesi Untuk Memperkuat Konstitusional Institusi Kejaksaan”. Adalah sebuah tema yang kontekstual, dan relevan mengingat kedudukan Kejaksaan dalam konstitusi yang masih perlu diperjelas posisi dan tempatnya dalam tatanan ketatanegaraan kita. Karena secara konstitusional satusatunya pernyataan yang dapat dijadikan sebagai dasar acuan hanyalah ketentuan Pasal 24 ayat (3) UUD NRI Tahun 1945 yang ironisnya juga tidak menyebutkan secara eksplisit tentang Institusi “Kejaksaan RI” secara tegas dan jelas.

     Penyebutan yang hanya dapat ditafsirkan secara implisit sudah barang tentu dirasakan sangat tidak cukup memberi landasan kuat bagi Lembaga Kejaksaan untuk dapat menjalankan tugas, fungsi dan peran yang begitu signifikan dalam proses penegakan hukum yang tidak kalah pentingnya dengan penegak hukum lain.

     Kenyataan seperti itu setidaknya telah membawa pengaruh yang tidak sejalan dengan betapa luas, kompleks dan beragamnya tugas, fungsi dan peran yang diemban oleh Kejaksaan dan karenanya telah menempatkannya dalam sebuah ambiguitas, sebab di satu sisi menjadi bagian dari pelaksana kekuasaan kehakiman dalam ranah yudikatif, sementara di saat bersamaan diberikan tugas dan kewenangan lain berdasarkan undang-undang, turut menyelenggarakan ketertiban dan ketenteraman umum, serta tanggung jawab mewakili negara dan pemerintah baik di dalam maupun di luar pengadilan, dalam lingkup kekuasaan eksekutif.

     Kejaksaan yang seharusnya merupakan organ negara utama, main state’s organ selama ini menjadi seolah ditempatkan hanya sebagai lembaga yang dianggap tidak penting, yang tidak perlu dinyatakan dan diberi tempat serta kedudukan tersendiri. Sementara itu lembaga-lembaga penunjang, auxiliary state organs yang fungsi sesungguhnya sebatas sebagai pelengkap organ utama negara, justru mendapat perhatian dan diatur secara jelas dalam Konstitusi.

     Berkenaan hal tersebut, saya ulang tegaskan disini agar hendaknya organisasi PJI mampu menjadi motor penggerak yang terus aktif menggulirkan semangat perjuangan terwujudnya ruang pengaturan peran, posisi dan kedudukan yang tegas, eksplisit dan jelas bagi Kejaksaan dalam susunan ketatanegaraan, sesuai harapan kita bersama.

Para Peserta Upacara, segenap hadirin serta undangan yang Saya hormati,

     Dalam kesempatan yang baik dan berbahagia ini, sebagai Pelindung Organisasi saya juga menyampaikan apresiasi atas kinerja PJI yang semakin memberikan kontribusi positif bagi institusi dengan secara aktif memberikan masukan dan saran berkenaan adanya aturan hukum yang kadangkala cenderung berpotensi mengusik dan menganggu independensi serta harkat martabat profesi Jaksa. Seperti halnya keberhasilan PJI mengajukan permohonan judicial review ke Mahkamah Konstitusi RI terhadap Pasal 99 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang secara nyata tidak sejalan dan bertentangan dengan prinsip kemandirian Jaksa sebagai pejabat khusus, yang bila dibiarkan akan dapat menimbulkan ekses negatif berupa keraguan dan kekhawatiran dalam menjalankan proses hukum perkara anak. Karenanya sangat disyukuri permohonan tersebut telah dikabulkan. Merupakan sesuatu yang sangat bermakna dan diperlukan oleh para Jaksa agar merasa lebih nyaman dan tenang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

     Di samping itu, putusan MK tersebut sekaligus merupakan sebuah peristiwa dan kenyataan penting yang semakin memperkokoh sandaran dan eksistensi PJI, sebagai sebuah organisasi profesi para Jaksa karena telah mendapatkan legal standing dari badan peradilan, dianggap memenuhi persyaratan dan hak untuk dapat mengajukan permohonan penyelesaian perselisihan, sengketa maupun perkara di depan Mahkamah Konstitusi.

     Saya berharap untuk seterusnya, PJI akan tetap mampu memelihara sikap aktif dan pro aktif berkenaan dinamika perkembangan hukum dan tuntutan rasa keadilan di tengah masyarakat yang memerlukan respon positif jajaran Jaksa dan Kejaksaan berkaitan tugas penegakan hukum yang harus diemban dengan baik dan benar. Saya yakin dengan adanya berbagai success story seperti itu pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan, ketegaran sikap dan profesionalitas para Jaksa, berkat kehadiran PJI bersama mereka.

     Kita juga menyaksikan bersama selama ini, peran serta PJI dalam memupuk dan menumbuh kembangkan jalinan kesetiakawanan dalam sebuah ikatan jiwa korsa diantara sesama insan keluarga besar Adhyaksa yang juga tidak kalah penting harus dijaga dan dilakukan. PJI yang berusaha hadir memberikan bantuan pendampingan dan advokasi terhadap anggotanya yang sedang menghadapi permasalahan, khususnya persoalan hukum, masalah etika dan pelanggaran disiplin di sidang Majelis Kehormatan Jaksa. Pendampingan yang tentunya bukan serta merta untuk membenarkan sikap perilaku, tindakan dan perbuatan yang salah, namun lebih dimaksudkan untuk menjaga hak mereka yang sedang harus menghadapi Majelis, sesuai prinsip presumption of innocence, sehingga proses persidangan berlangsung dengan fair dan sanksi yang diputuskan benar-benar adil dan layak sesuai jenis, derajat dan tingkat kesalahan yang terbukti dilakukannya.

     Di samping itu, saya melihat PJI juga begitu menunjukan kepekaan rasa empati dengan memberi bantuan kepada sesama Jaksa dan warga Kejaksaan yang sedang menghadapi musibah dirundung malang. Sikap, tindakan dan kepedulian organisasi kepada anggotanya semacam itu rasanya perlu tetap dilanjutkan guna membangun suasana kekeluargaan, kebersamaan, kedekatan dan tolong menolong satu sama lain, sebagaimana layaknya sebuah keluarga. Keluarga besar Korps Adhyaksa.

Para Jaksa yang saya cintai dan banggakan.

     Pada bagian akhir sambutan saya di saat yang membahagiakan ini, selaku pimpinan Kejaksaan, saya menyatakan dukungan kepada PJI dalam upaya meningkatkan citra profesi dan institusi, dengan salah satunya menyelenggarakan kegiatan “PJI Award” melengkapi dan sebagai tambahan bahan pertimbangan bagi pimpinan Kejaksaan saat menerapkan kebijakan pemberian reward bagi insan Jaksa yang dinilai bersungguh-sungguh telah melakukan berbagai langkah nyata yang baik, terpuji dan bermanfaat di tengah masyarakat, melengkapi pelaksanaan tugas, pokok dan fungsinya sebagai aparat penegak hukum.

     Penyematan PJI Award yang diberikan kepada satu orang Jaksa Baik tersebut dimaksudkan agar dapat menjadi suri tauladan yang mampu menyebarkan virus positif, di lingkungan institusi, citra yang baik di tengah masyarakat, sekaligus diharapkan dapat mencegah dan menjadi benteng diri yang kokoh dari berbagai perbuatan menyimpang dan tercela bagi insan Adhyaksa lainnya.

     Bila idealisme dan harapan itu terwujud maka pelaksanaan tugas sebagai penegak keadilan bagi segenap insan Adhyaksa akan dirasa sebagai ladang ibadah, untuk semata melakukan amal kebaikan. Karena hanya dengan demikianlah keadilan sebagai sebuah prinsip keutamaan harus dapat ditegakkan. Yang harus dipahami adalah bahwa sesuai keyakinan agama apapun dan pelajaran moral dari manapun, semua sama sependapat bahwa sesungguhnya, keadilan itu bukanlah sekedar memperindah iman, tapi adalah menjadi bagian tidak terpisahkan dari prinsip keimanan itu sendiri.

     Karenanya sebagai salah satu penjaga tegaknya pilar keadilan, tidak pernah bosan-bosannya saya mengajak dan mengingatkan para Jaksa dan kita sekalian agar selalu berusaha menjaga sikap perilaku dan menjauhkan diri dari perbuatanperbuatan yang tercela menjaga nama baik diri, keluarga, profesi, Korps dan Lembaga tercinta kita, Adhyaksa.

     Bahwa profesi Jaksa yang terdiri dari insan-insan pilihan telah menjadi jalan hidup kita. Melalui tangan-tangan kitalah ditegakannya keadilan sangat digantungkan. Karenanya meningkatkan terus pemahaman dan pengamalan doktrin Tri Krama Adhyaksa yang menyimpan penuh pesan, arti dan makna sebagai pegangan dan pedoman identitas jati diri kita menjadi sebuah keutamaan.

     Akhirnya, Saya ucapkan Selamat disertai doa dan harapan semoga organisasi Persatuan Jaksa Indonesia semakin baik, semakin kuat, semakin memberi arti dan semakin membanggakan kita semua.

     Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, rahmat dan ridhaNya kepada segenap Jaksa dan kita semua dalam memenuhi panggilan tugas, tanggung jawab dan kewajiban mengabdi kepada masyarakat, Bangsa dan Negara.

”Dirgahayu Persatuan Jaksa Indonesia”

Sekian dan terima kasih.

Wabilahitaufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Om Santi Santi Santi Om.

Namo Budhaya.

Salam Kebajikan.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

TTD

 

H. M. PRASETYO

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar