^Back To Top

logo

Pengunjung

Today86
Yesterday154
Week575
Month4071
All73791

Powered by Kubik-Rubik.de

Link Terkait

Polling

Menurut anda apa yang perlu ditingkatkan dari kinerja Kejaksaan?

Pelayanan Aparat Kejaksaan - 0%
Penanganan Perkara - 0%
Pengembalian Kerugian Negara - 0%
Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: 28 Dec 2015 - 04:06
BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

MENGUNJUNGI MASJID JUJUKAN PRESIDEN RI DI BEIJING

MENGUNJUNGI MASJID JUJUKAN PRESIDEN RI DI BEIJING

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

BERGURU TILANG CCTV DI BEIJING

BERGURU TILANG CCTV DI BEIJING

     Pada 11-15 September 2017 ini saya mendapat kesempatan berkunjung ke Beijing, Tion...

EFEK TILANG CCTV, BANJIR UNDANGAN LIVE

EFEK TILANG CCTV, BANJIR UNDANGAN LIVE

 Sejak akhir Agustus 2017 lalu, selama dua pekan, saya mendapat tambahan job baru. Tampil...

  

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada pandangan berbeda bila Anda lewat di Jalan Arjuno dekat gedung Pengadilan Negeri Surabaya. Bila dulu di hari Senin dan Jumat banyak orang "mengibas-kibaskan" kertas menawarkan jasa pengambilan tilang, kini sudah tidak ada lagi. Mereka (baca: para calo) tilang itu kini tidak satupun tampak batang hidungnya. Seperti hilang bak ditelan bumi. Kemana mereka?

 

 

     Ternyata mereka telah "tereliminasi" oleh sistem tilang baru. Tersisih oleh sistem tilang produk Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 12 Tahun 2016. Terpinggirkan  oleh sistem penyelesaian perkara tilang yang efektif dan transparan.

 

     Banyak yang bilang, sistem tilang anyar ini memang sangat ampuh. Sistem kerjanya bak slogan sabun deterjen, "mampu melenyapkan semua noda". Termasuk "noda" yang membandel seperti menjamurnya para calo bisa "dibersihkan" seketika. Bahkan mampu menghilangkan pungli.

 

     Ruaar biasa memang Perma tilang itu. Perlu kita apresiasi, karena bisa menjamin zero pungli. Proses pengambilan tilang dijamin transparan. Tidak ada celah untuk bisa dimain-mainkan. Memang apa saja perubahan yang dilakukan?

 

     Perubahan mendasar adalah keberanian meniadakan sidang untuk tilang. Semua diputus versteks (tanpa kehadiran pelanggar). Lalu kedua adanya keberanian mengumumkan jumlah denda via website (online) dan ketiga mengubah cara bayar tilang harus via bank (non tunai).

 

     Boleh dikata sistem tilang baru ini adalah sebuah revolusi. Berani merombak total tata cara proses tilang. Sistem tilang lama yang mengharuskan sidang, dan bayar masih tunai di pengadilan atau di Kejaksaan dirasakan masih menimbulkan celah munculnya para calo dan pungli.

 

     Penerapan tilang baru di kota Surabaya itu tergolong cepat. Boleh dibilang

Surabaya termasuk pelopor pertama di Indonesia. Terhitung hanya sebulan lebih beberapa hari dari lahirnya Perma, Pengadilan Negeri Surabaya sudah "action" langsung menerapkannya. Semua berkat sinergi dengan Polrestabes Surabaya dan Kejari Surabaya.

 

     Tanpa sinergitas tiga lembaga itu mustahil PN Surabaya mampu melaksanakan sendiri. Sebab, semua saling terkait. Seperti misal, jika saja Kejari tidak menyiapkan sarana dan prasarana serta menambah petugas tilang pasti ada kendala. Karena "massa" pelanggar tilang semula membanjiri Pengadilan, dengan tilang baru "pindah" ke Kejaksaan.

 

     Begitu juga sinergi dengan Polrestabes Surabaya. Bila saja pihak Polrestabes tidak mensuport soft copy data pelanggar tepat waktu juga menimbulkan kendala. Jadi, prestasi cepat melaksanakan tilang baru ini adalah berkat sinergitas ketiga lembaga penegak hukum

 

     Beruntung di Surabaya para penegak hukum ketiga instansi itu kompak. Mungkin karena secara berkala mereka mengadakan acara "Cangkrukan penegak hukum". Acara informal yang bak mirip diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) itu merupakan ajang mereka bersinergi. Termasuk kesiapan pelaksanaan tilang baru itu adalah buah diskusi di Cangkrukan yang host-nya Kejari Surabaya pada 23 Januari 2017.

 

     Dalam cangkrukan itu dibahas panjang lebar kemungkinan dan kesiapan pelaksanaan tilang sistem baru. Saat itu, ketua PN Surabaya Sujatmiko memaparkan secara detail tata cara atau prosedur pengambilan tilang versi Perma 12 tahun 2016.

 

     Inti dari sistem tilang baru ini, kata pria berkumis ini pelanggar sekarang cukup melakukan langkah 3 M. Yaitu Melihat, Membayar dan Mengambil.

 

     M yang pertama adalah melihat besaran denda di website pn-surabaya.go.id (milik PN Surabaya) atau kejari-surabaya.go.id (milik Kejari Surabaya). Jadi anda dapat MELIHAT nama anda dan besarnya denda yang diputus sesuai hari sidang yang tertulis di surat tilang. Saat ini juga disediakan versi cetak yang ditempel di papan pengumuman PN Surabaya.

 

     Lalu M yang kedua adalah MEMBAYAR. Anda setelah melihat besaran denda bisa langsung membayar via Bank manapun atau ATM manapun dikirim ke rekening tilang Kejari Surabaya. Nomor rekeningnya di BRI: 2030.01.000109.30.8.

 

     Kemudian M yang ketiga adalah mengambil. Kalau Anda sudah punya bukti bayar (struk) dapat ditunjukkan ke petugas tilang Kejari Surabaya. Setelah dicocokkan jumlah denda yang tertera di putusan dan struk yang dibayar, segera barang bukti berupa STNK/SIM atau ranmor anda akan segera diserahkan. Sangat transparan bukan?

 

     Selanjutnya ini khusus warga Surabaya. Ternyata masih ada lagi servis tambahan lagi tuk arek Suroboyo. Anda  "dimanjakan" program tambahan yang dibuat Kejari Surabaya.  Pertama, adalah layanan delivery tilang.

 

     Bila anda "ogah" datang ke kantor Kejari karena sibuk kerja atau kuliah cukup SMS/WA ke nomor: 08585.1996.000: STNK/SIM anda akan diantar ke rumah atau kantor. Cukup mengganti ongkos ojek tilang jauh dekat Rp 20 ribu.

 

     Servis yang kedua, kejari Surabaya menyiapkan Drive-thru tilang. Jadi bila anda bawa mobil untuk ambil tilang, tidak perlu turun dari mobil. Anda bisa dengar musik di mobil, tidak lebih dari 5 menit anda sudah menerima SIM/STNK yang semula disita Polantas.

 

     Servis ketiga, Kejari sudah menyiapkan petugas bank BRI di ruang pelayanan tilang yang nyaman bersih dan ber-AC. Istilah Kajari Surabaya Didik Farkhan telah menyiapkan one stop servis. Cukup datang, bisa bayar di bank BRI di tempat dan langsung mengambil SIM/STNK.

 

     Akhir kata, Semua pelayanan tilang kini sudah dibuat sangat transparan dan tanpa sidang. Juga ada pilihan delivery atau drive-thru. Denda jumlahnya jelas dan didesain anti calo  serta anti pungli.

 

     Jadi bila saja masih ada pelanggar nitip bayar tilang ke orang lain dengan membayar lebih dari putusan berarti itu salahnya pelanggar itu sendiri. Mengapa tidak ikut pelayanan yang resmi disiapkan. Semoga warga Surabaya bisa menerima pelayanan tilang kami. Laporkan ke saya ke nomor: 08.595959.1971 bila ada pungli. (Kang DF)

Copyrigcht © 2016 Kejaksaan Negeri Surabaya