^Back To Top

logo

Pengunjung

Today86
Yesterday154
Week575
Month4071
All73791

Powered by Kubik-Rubik.de

Link Terkait

Polling

Menurut anda apa yang perlu ditingkatkan dari kinerja Kejaksaan?

Pelayanan Aparat Kejaksaan - 0%
Penanganan Perkara - 0%
Pengembalian Kerugian Negara - 0%
Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: 28 Dec 2015 - 04:06
BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

MENGUNJUNGI MASJID JUJUKAN PRESIDEN RI DI BEIJING

MENGUNJUNGI MASJID JUJUKAN PRESIDEN RI DI BEIJING

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

BERGURU TILANG CCTV DI BEIJING

BERGURU TILANG CCTV DI BEIJING

     Pada 11-15 September 2017 ini saya mendapat kesempatan berkunjung ke Beijing, Tion...

EFEK TILANG CCTV, BANJIR UNDANGAN LIVE

EFEK TILANG CCTV, BANJIR UNDANGAN LIVE

 Sejak akhir Agustus 2017 lalu, selama dua pekan, saya mendapat tambahan job baru. Tampil...

Satu tersangka kasus korupsi kredit fiktif Bank BPR Jatim dan dua tersangka kasus korupsi pajak di Bappeko kota Surabaya  kemarin (16/2) ditahan bersamaan oleh Jaksa penyidik Pidsus Kejari Surabaya. Mereka ditahan 20 hari ke depan di Rutan Medaeng Surabaya.

      Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Farkhan, tersangka Santoso, disangka melakukan penyalahgunaan dana kredit fiktif Bank Jatim Cabang Surabaya Kantor Kas Rungkut tahun 2013-2014. Karena perbuatan tersangka merugikan keuangan negara sebesar Rp......

 

     Sementara tersangka Totok bin Soeratman dan Mochamad Soni ditahan karena tersangkut kasus korupsi Pajak Penghasilan (PPh pasal 21) di Bappeko Kota Surabaya yang merugikan uang negara sebesar Rp 999,93 juta.

 

     "Penetapan dan penahanan Tersangka Soeratman dan Mochmad Soni merupakan pengembangan perkara PPh di Bappeko yang kasusnya sudah diputus oleh Pengadilan Tipikor Surabaya atas nama tersangka Umi Chasanah dan Fahmi,"kata Didik.

 

     Alasan penahanan menurut Jaksa asal Bojonegoro itu karena dikuatirkan tersangka melarikan diri dan untuk mempercepat penyeledaian kedua  kasus korupsi tersebut. "Semua kasus korupsi yang ditangani Kejari Surabaya semua tersangkanya kami tahan, biar cepat tuntas,"jelas Jaksa asal Bojonegoro itu. (DF)

     

Copyrigcht © 2016 Kejaksaan Negeri Surabaya