^Back To Top

logo

Pengunjung

Today86
Yesterday154
Week575
Month4071
All73791

Powered by Kubik-Rubik.de

Link Terkait

Polling

Menurut anda apa yang perlu ditingkatkan dari kinerja Kejaksaan?

Pelayanan Aparat Kejaksaan - 0%
Penanganan Perkara - 0%
Pengembalian Kerugian Negara - 0%
Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: 28 Dec 2015 - 04:06
BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

MENGUNJUNGI MASJID JUJUKAN PRESIDEN RI DI BEIJING

MENGUNJUNGI MASJID JUJUKAN PRESIDEN RI DI BEIJING

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

BERGURU TILANG CCTV DI BEIJING

BERGURU TILANG CCTV DI BEIJING

     Pada 11-15 September 2017 ini saya mendapat kesempatan berkunjung ke Beijing, Tion...

EFEK TILANG CCTV, BANJIR UNDANGAN LIVE

EFEK TILANG CCTV, BANJIR UNDANGAN LIVE

 Sejak akhir Agustus 2017 lalu, selama dua pekan, saya mendapat tambahan job baru. Tampil...

Penetapan Pemerintah yang menyatakan hari Jumat, 23 Juni 2017 cuti bersama berimbas pada pengambilan tilang. Sebab, Jumat 23 Juni 2017 itu "terlanjur" dijadwalkan sidang tilang di Surabaya. Ada sekitar 4 ribu surat tilang "terlanjur" ditulis Polantas hari sidang Jumat 23 Juni 2017.

 

 

 

     Banyak pelanggar tilang yang jadwal sidangnya tanggal 23 Juni menanyakan "nasibnya" kepada petugas tilang Kejari Surabaya. Mereka menanyakan kapan bisa mengambil SIM/STNKnya yang disita? Bahkan beberapa pelanggar datang ke Kantor Kejari Surabaya Jumat, 17 Juni 2017 lalu. Berarti datang mendahului dari jadwal.

 

 

     Mereka datang dengan harapan dapat mengambil mendahului dari jadwal "sidang". Alasannya, SIM/STNK itu akan dibawa keluar kota. Mudik. "Saya perlu SIM saya untuk mudik. Kalau jumat depan libur apa bisa saya ambil hari ini,"kata seorang pelanggar kepada petugas tilang di ruang pelayanan tilang.

 

 

     Tentu keinginan para pelanggar itu tidak bisa dipenuhi. Pasalnya, sebelum diputus sesuai jadwal pengambilan, seluruh barang bukti berupa SIM/STNK itu masih ditangan Pengadilan. Belum diserahkan ke Kejaksaan. Bahkan mungkin masih ada yang ditangan Kepolisian. 

 

 

     Adanya permasalahan itu, jumat siang, usai sholat jumat "komandan" tilang Kejari Surabaya Choirul "wadul" ke saya. Intinya melapor, kalau jumat depan pengambilan tilang diliburkan, banyak pelanggar yang akan "kecelik". Alias banyak yang datang tapi bakal kecewa. Padahal seminggu rata-rata ada 4 ribu pelanggar yang dijadwalkan setiap hari jumat.

 

 

     Mendengar permasalahan itu saya balik bertanya kepada Cak Choirul. Mungkin tidak, dan mau tidak, para petugas tilang Kejari Surabaya tetap masuk di hari jumat 23 Juni 2017. Meski semua pegawai sudah mulai mudik?

 

 

      "Demi untuk melayani masyarakat, kami bersedia akan tetap masuk," jawabnya. Jawaban pria asli Bangkalan Madura itu menyejukkan hati saya. Makyuss...... rasanya.  Plong rasanya mendengar jawaban itu. Berarti permasalahan tilang di hari cuti bersama sudah ada solusinya.

 

 

     Masalah lain, bagaimana dengan BRI? Karena sistem pembayaran tilang yang sudah diterapkan di Kejari Surabaya sudah non tunai. Alias cashless. Atau harus via bank. Apakah pegawai BRI yang selama ini bertugas di ruang pelayanan tilang Kejari Surabaya juga bersedia lembur? 

 

 

     Ternyata Cak Choirul sebelum "wadul" ke saya sudah koordinasi dengan petugas BRI. Intinya, pihak BRI juga bersedia masuk di hari Jumat 23 Juni 2017. Katanya petugas BRI siap juga berdalih demi melayani masyarakat.

 

 

      Luar biasa memang mind set pegawai sekarang. Bukan hanya PNS, BUMN seperti BRI juga sudah berubah. Tidak individu lagi. Toh, bisa saja dengan alasan cuti bersama, teman-teman pelayanan tilang dan BRI tidak bersedia masuk. Kan saya tidak bisa memaksa mereka juga.

 

 

     Setelah semua sepakat tetap masuk di hari cuti bersama,  segera saya "umumkan" via media. Saya hubungi Radio Suara Surabaya. "Tolong sampaikan kepada pendengar bila jumat  23 Juni 2017 Kejari Surabaya tetap buka untuk pelayanan tilang,"kata saya kepada seorang reporter Radio paling didengar di jatim itu.

 

 

     "Luar biasa Kejari Surabaya. Meski cuti bersama  akan tetap masuk demi melayani masyarakat," kata Isa Jais, penyiar Radio Suara Surabaya. Gus Isa, biasa saya panggil menyampaikan lebih afdol kalau saya menyampaikan sendiri kepada warga surabaya. Alias on air. "Ayo Gus Didik siaran,"katanya.

 

 

     Seketika setelah tersambung dengan penyiar Radio SS, saya pun langsung mulai....Halo...halo. "Para pendengar Radio Suara Surabaya dimanapun anda berada. Terutama para pelanggar lalu lintas yang ditilang dan jadwal sidangnya hari Jumat, 23 Juni 2017. Silahkan tetap datang ke Kantor Kejari Surabaya. Kami tetap akan melayani anda, meski hari itu libur cuti bersama. Semua demi kepuasan Anda," kata saya bak penyiar radio beneran he he....(Kang DF)

 

Copyrigcht © 2016 Kejaksaan Negeri Surabaya