^Back To Top

logo

Pengunjung

Today127
Yesterday96
Week127
Month1323
All80203

Powered by Kubik-Rubik.de

Link Terkait

Polling

Menurut anda apa yang perlu ditingkatkan dari kinerja Kejaksaan?

Pelayanan Aparat Kejaksaan - 0%
Penanganan Perkara - 0%
Pengembalian Kerugian Negara - 0%
Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: 28 Dec 2015 - 04:06
PERINGATAN HARI ANTI KORUPSI INTERNASIONAL (HAKI) TAHUN 2017 KEJAKSAAN NEGERI SURABAYA

PERINGATAN HARI ANTI KORUPSI INTERNASIONAL (HAKI) TAHUN 2017 KEJAKSAAN NEGERI SURABAYA

Pada hari Jumat tanggal 8 Desember 2017 Kejaksaan Negeri Surabaya melaksanakan upacara per...

Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Surabaya menerima penghargaan dari Walikota Surabaya

Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Surabaya menerima penghargaan dari Walikota Surabaya

Pada hari Jum`at tanggal 10 Nopember 2017 bertempat di Kantor Walikota Surabaya, Tim Penga...

Upacara Bendera Memperingati Hari Pahlawan ke-72 Kejari Surabaya

Upacara Bendera Memperingati Hari Pahlawan ke-72 Kejari Surabaya

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017 Kejaksaan Negeri Surabaya melak...

BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

BERBURU RUMAH MAKAN INDONESIA DI TIONGKOK

Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International ...

Dua bulan lalu, ada teman, meski berseloroh memanggil saya Jaksa cabai. Lalu dikesempatan lain teman saya itu lagi-lagi iseng panggil saya Jaksa Buah. Giliran paling akhir sabtu malam lalu (16/6) ia panggil saya Jaksa Dolly. Lho kok bisa?

 

 

     Usut punya usut ternyata sohib saya itu selalu mengikuti aktivitas saya.  Gerak gerik saya sebagai Kajari Surabaya tak luput dari pantauannya. Ia menyebut saya jaksa cabai tak lepas dari pemberitaan saya bersama Bu Risma dan Kapolrestabes Kombes M Iqbal mempelopori warga Surabaya menanam cabai di pekarangan.

 

      Ya peristiwa nandur bareng cabai itu terjadi di bulan April lalu. Saat harga cabai mahal Bu Risma mengajak warga "melawan" dengan program "Surabaya pedes". Didukung komunitas "Surabaya Bicara" saat launching saya ikut menanam dan bagi-bagi puluhan ribu bibit cabai.

 

     Lalu kenapa teman saya itu juga memanggil saya Jaksa buah. Ini tak lain dan tidak bukan karena imbas saya ikut berjualan buah saat digelar pasar murah di halaman Kejati Jatim pada 9 Juni lalu. Kebetulan stand kejari Surabaya jadi berita karena diserbu pembeli yang rebutan buah segar serba sepuluh ribu.

 

     Saat itu saya bersama para pegawai Kejari "tumplek blek" melayani ratusan pembeli. Bak penjual buah betulan saya pun terus semangat berteriak, " Ayo Pak, Ibu..ibu silahkan dibeli...dibeli...buah murah....buah murah biskuit murah serba sepuluh ribu. Ayo....dibeli...dibeli," teriak saya memancing pembeli.

 

     Dua peristiwa itu ternyata beritanya berseliweran di jagad maya. Fotonya muncul baik di media online maupun medsos yang di share teman-teman pegawai. Bahkan beberapa koran dan TV lokal juga memberitakannya. Sekali lagi berita-berita itu yang diikuti teman saya itu.

 

     Lalu terakhir, baru-baru ini dia WA ke saya dengan mengirim pesan," Apa kabar pak Jaksa Dolly?

 

     Ha ha.....saya langsung tertawa. Saya tahu dia pasti "ngintip" saya yang "aktif" dalam beberapa kegiatan "Festival Dolly Saiki Fest". Beberapa kegiatan menarik digelar di gang Dolly yang semula jadi kawasan prostitusi terbesar se Asia Tenggara tersebut.

 

     Kegiatan diawali turnamen futsal, buka bersama Bu Risma, Gerakan melawan Hoax dan Narkoba sampai lomba lari malam dengan "label" Dolly night fun run.

 

     Semua kegiatan itu jadi berita karena faktor gang Dolly-nya. Terutama lomba lari malam menyusuri seluruh gang Dolly sejauh lima kilometer yang jadi pusat perhatian. Disamping karena diikuti sekitar 1.200 pelari, kegiatan lari malam itu pertama kali diadakan.

 

     Di lomba lari malam itu saya lari betulan. Mulai start sampai Finish. Bahkan sempat adu cepat (sprint) dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal. Meski akhirnya saya ngaku kalah.

 

     Maklum yang saya lawan orang yang sudah biasa lari sejak di taruna Akpol. Jadi maklum sajalah. Kalau saya yang menang justru nanti saya kasihan sama pak Kapolres. Maklum malam itu Pak Iqbal membawa hampir seratus Polwan dan Polki (polisi laki-laki) ikut sebagai peserta.

 

     Masak saya tega mengalahkan Kapolres di depan ratusan anak buahnya. Kasihan dong. Kalau ini jelas alasan saja. Ngeles.com ...he he he.(Kang DF)

Copyrigcht © 2016 Kejaksaan Negeri Surabaya